Revolusi Privasi WhatsApp: Mengenal Fitur Pesan Terhapus Setelah Dibaca dan Estetika Desain Liquid Glass

Dewi Lestari | InfoNanti
19 Mei 2026, 08:51 WIB
Revolusi Privasi WhatsApp: Mengenal Fitur Pesan Terhapus Setelah Dibaca dan Estetika Desain Liquid Glass

InfoNanti — Di tengah persaingan ketat platform pesan instan yang semakin mementingkan keamanan data, Meta kembali melakukan gebrakan signifikan melalui aplikasi andalannya, WhatsApp. Kabar terbaru menyebutkan bahwa WhatsApp tengah mempersiapkan fitur mutakhir yang dirancang untuk memberikan kendali penuh kepada pengguna atas privasi percakapan mereka. Fitur ini dikenal dengan nama View-once disappearing messages, sebuah inovasi yang diprediksi akan mengubah cara kita berinteraksi secara digital.

Setelah melalui tahap uji coba intensif di platform Android, fitur ambisius ini mulai menampakkan diri pada versi beta untuk pengguna iOS. Langkah ini menandakan bahwa Meta tidak main-main dalam memperkuat benteng privasi penggunanya. Berdasarkan pantauan mendalam, fitur ini bukan sekadar pembaruan rutin, melainkan manifestasi dari komitmen WhatsApp untuk menghadirkan pengalaman berkomunikasi yang lebih personal dan aman dari jangkauan pihak yang tidak diinginkan.

Baca Juga

Masa Depan Konektivitas: Mengapa Indonesia Harus Memegang Kendali Kedaulatan Satelit di Era Kecerdasan Buatan?

Masa Depan Konektivitas: Mengapa Indonesia Harus Memegang Kendali Kedaulatan Satelit di Era Kecerdasan Buatan?

Privasi di Ujung Jari: Mengenal Mekanisme View-Once Disappearing Messages

Temuan awal mengenai fitur ini pertama kali dipublikasikan oleh tim pengamat teknologi dari WA BetaInfo pada versi beta iOS 26.19.10.72. Esensi dari fitur ini adalah memberikan keleluasaan bagi pengirim untuk menentukan nasib pesan yang telah dikirimkannya. Tidak seperti fitur pesan sementara yang sudah ada, inovasi terbaru ini bekerja dengan presisi yang lebih tinggi, mengandalkan interaksi langsung dari penerima pesan.

Secara teknis, fitur ini memungkinkan sebuah pesan hilang secara otomatis segera setelah dibaca oleh penerima. Pengguna diberikan opsi durasi yang sangat spesifik, mulai dari hitungan menit hingga jam. Fleksibilitas ini sangat krusial bagi mereka yang sering membagikan informasi sensitif namun tetap ingin menjaga agar jejak digitalnya tetap minim. Dengan adanya kendali waktu ini, kekhawatiran akan pesan yang tersimpan terlalu lama di perangkat orang lain dapat diminimalisir secara signifikan.

Baca Juga

Siasat Baru Apple: Melirik Intel dan Samsung Demi Melepaskan Diri dari Ketergantungan TSMC

Siasat Baru Apple: Melirik Intel dan Samsung Demi Melepaskan Diri dari Ketergantungan TSMC

Cara Kerja Timer yang Adaptif

Salah satu aspek yang paling menarik dari fitur ini adalah sistem penghapusan pesan yang bersifat kondisional. InfoNanti mencatat bahwa timer atau hitung mundur penghapusan pesan baru akan aktif setelah sistem mendeteksi pesan tersebut telah dibuka dan dibaca oleh penerima. Jika pengirim memilih durasi 5 menit, maka tepat 300 detik setelah pesan dibaca, gelembung percakapan tersebut akan lenyap tanpa bekas dari kedua perangkat.

Namun, bagaimana jika pesan tersebut tidak kunjung dibuka? WhatsApp telah memikirkan skenario tersebut dengan matang. Jika dalam waktu 24 jam pesan belum juga dibaca, sistem akan secara otomatis menghapus pesan tersebut dari server dan perangkat penerima. Pola ini memastikan bahwa tidak ada pesan yang “menggantung” selamanya, sekaligus menjaga efisiensi ruang penyimpanan dan keamanan data global di dalam ekosistem aplikasi pesan instan tersebut.

Baca Juga

Bukan Gadget, Xiaomi Kini Rilis Es Krim dengan Varian ‘Pro’ dan ‘Max’, Berapa Harganya?

Bukan Gadget, Xiaomi Kini Rilis Es Krim dengan Varian ‘Pro’ dan ‘Max’, Berapa Harganya?

Transformasi Visual Melalui Bahasa Desain Liquid Glass

Selain fokus pada aspek fungsionalitas dan privasi, Meta juga tengah menggarap perombakan estetika yang cukup radikal. WhatsApp dikabarkan akan mengadopsi bahasa desain baru yang disebut sebagai ‘Liquid Glass’. Desain ini terinspirasi oleh estetika modern milik Apple yang menekankan pada transparansi, kedalaman, dan elemen yang terasa lebih organik atau “cair”.

Perubahan visual ini mencakup elemen-elemen antarmuka yang selama ini dianggap kaku. Salah satu yang paling menonjol adalah kehadiran floating chat bar atau bilah obrolan melayang serta bilah navigasi yang semi-transparan. Efek kaca ini memberikan kesan bahwa aplikasi memiliki lapisan-lapisan yang elegan, membuat tampilan layar ponsel terasa lebih luas dan bersih. Transformasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan WhatsApp dengan evolusi sistem operasi seluler modern seperti iOS 17 dan Android 14 ke atas.

Baca Juga

OpenAI Putus Rantai Eksklusivitas dengan Microsoft: Era Baru Demokratisasi AI di Semua Layanan Cloud

OpenAI Putus Rantai Eksklusivitas dengan Microsoft: Era Baru Demokratisasi AI di Semua Layanan Cloud

Sentuhan Futuristik untuk Pengalaman Pengguna

Mengutip laporan dari berbagai sumber teknis, integrasi desain Liquid Glass ini bertujuan untuk menyegarkan mata pengguna agar tidak merasa bosan dengan tampilan yang itu-itu saja. Meskipun fitur ini belum dirilis secara global untuk seluruh pengguna, tim pengembang telah berhasil mengaktifkan antarmuka baru ini secara internal. Hal ini mengindikasikan bahwa tahap pengembangan visual sudah mencapai fase final dan hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk diluncurkan secara massal.

Pendekatan Meta dalam merilis desain ini tergolong sangat hati-hati. Mereka tidak ingin perubahan besar ini justru mengganggu stabilitas aplikasi yang digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia. Oleh karena itu, peluncurannya kemungkinan besar akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan perbaikan pada bug-bug kecil sebelum akhirnya menjadi standar tampilan baru WhatsApp di masa depan.

Perbedaan Signifikan dengan Fitur Sebelumnya

Banyak pengguna yang mungkin bertanya-tanya, apa bedanya fitur baru ini dengan Disappearing Messages atau View Once untuk foto dan video yang sudah ada? Perbedaannya terletak pada kontrol dan durasi. Fitur pesan sementara yang lama memiliki durasi yang kaku, yakni 24 jam, 7 hari, atau 90 hari, dan tidak peduli apakah pesan tersebut sudah dibaca atau belum.

Sedangkan fitur View-once disappearing messages yang sedang digarap ini jauh lebih dinamis. Ini adalah gabungan antara konsep “sekali lihat” pada media dengan sistem teks yang bisa diatur waktunya. Ini memberikan lapisan privasi WhatsApp yang jauh lebih ketat. Bayangkan Anda mengirimkan sebuah alamat atau nomor rekening; Anda tentu ingin pesan tersebut segera hilang segera setelah penerima mencatatnya, bukan menunggu hingga 24 jam kemudian.

Menanti Peluncuran Resmi: Apa yang Harus Disiapkan?

Hingga saat ini, baik Meta maupun pihak WhatsApp belum memberikan tanggal pasti mengenai kapan fitur-fitur hebat ini akan mendarat di ponsel seluruh pengguna. Saat ini, akses masih terbatas pada lingkaran penguji beta yang terpilih. Namun, melihat progres yang ada di platform Android dan iOS secara simultan, besar kemungkinan fitur ini akan hadir dalam pembaruan besar pada kuartal mendatang.

Bagi Anda yang ingin menjadi yang pertama mencoba, pastikan untuk selalu memperbarui aplikasi WhatsApp Anda melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store. Kehadiran fitur ini bukan hanya sekadar tren, melainkan kebutuhan di era digital di mana data pribadi menjadi aset yang sangat berharga. WhatsApp tampaknya ingin memastikan bahwa setiap kata yang Anda ketik tetap menjadi milik Anda dan orang yang Anda tuju, tanpa meninggalkan jejak abadi di dunia maya.

Dengan kombinasi antara keamanan tingkat tinggi dan estetika desain yang memanjakan mata, WhatsApp semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar aplikasi pesan instan. Langkah evolusioner ini membuktikan bahwa mendengarkan umpan balik pengguna mengenai privasi dan keindahan antarmuka adalah kunci utama untuk tetap relevan di industri teknologi yang terus bergerak cepat.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Fokus pada teknologi dan AI, aktif mengikuti perkembangan inovasi global.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *