Mimpi Buruk Paul Pogba di Stade Louis II: Akhir Musim yang Getir dan Teka-teki Masa Depan Sang Maestro

Fajar Nugroho | InfoNanti
17 Mei 2026, 18:54 WIB
Mimpi Buruk Paul Pogba di Stade Louis II: Akhir Musim yang Getir dan Teka-teki Masa Depan Sang Maestro

InfoNanti — Harapan besar yang sempat membumbung tinggi di langit Monako kini harus terhempas kembali ke bumi dengan cara yang amat menyakitkan. Paul Pogba, sang maestro lapangan tengah yang pernah merajai dunia, terpaksa menutup lembaran musim 2025/2026 dengan kepala tertunduk. Alih-alih merayakan kebangkitan kariernya di atas rumput hijau, gelandang elegan milik AS Monaco FC ini justru harus mendekam di ruang perawatan saat rekan-rekannya berjuang di laga pamungkas.

Kepastian absennya Pogba dalam laga terakhir Ligue 1 melawan RC Strasbourg Alsace menjadi pukulan telak bagi sang pemain maupun klub. Sebuah masalah pada otot paha, yang seolah menjadi kutukan tak berkesudahan, memaksanya menepi dari daftar skuat yang dibawa pelatih ke markas Strasbourg. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (18/5/2026) dini hari WIB tersebut seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi Pogba, namun takdir berkata lain.

Baca Juga

Magis Rio Ngumoha dan Mo Salah Bawa Liverpool Superior Atas Fulham di Babak Pertama

Magis Rio Ngumoha dan Mo Salah Bawa Liverpool Superior Atas Fulham di Babak Pertama

Kutukan Cedera Paha yang Menghantui ‘Il Polpo’

Bagi Paul Pogba, musim ini seharusnya menjadi momentum untuk menebus waktu yang hilang. Namun, cedera paha yang dialaminya kali ini bukan sekadar gangguan fisik biasa; ini adalah simbol dari rapuhnya kondisi sang bintang setelah melewati masa-masa sulit. Tim medis AS Monaco telah berupaya maksimal untuk mengembalikan kebugaran sang pemain, namun intensitas kompetisi level tinggi di Prancis terbukti terlalu berat untuk tubuhnya saat ini.

Absennya Pogba di laga penutup ini mengonfirmasi bahwa musim debutnya bersama klub berjuluk Les Rouge et Blanc berakhir dengan rasa pahit yang mendalam. Sejak mendarat di pelabuhan barunya, Pogba lebih banyak menghabiskan waktu dengan program pemulihan daripada memamerkan umpan-umpan visionernya di lapangan. Kecewa tentu menjadi kata yang paling tepat menggambarkan perasaan para penggemar yang telah lama menantikan sihir dari kakinya.

Baca Juga

Skandal Baru Serie A: Massimo Moratti Pasang Badan, Tegaskan Inter Milan Tak Pernah ‘Disuapi’ Wasit

Skandal Baru Serie A: Massimo Moratti Pasang Badan, Tegaskan Inter Milan Tak Pernah ‘Disuapi’ Wasit

Harapan yang Layu Sebelum Berkembang

Kedatangan Paul Pogba ke Monaco pada musim panas 2025 silam disambut dengan gegap gempita. Setelah menyelesaikan sanksi akibat kasus doping yang sempat mengancam akan mengakhiri kariernya lebih awal, Monaco menawarkan jalan keluar dan kesempatan kedua bagi pemain berusia 33 tahun itu untuk membangun kembali reputasinya. Prancis, tanah kelahirannya, dianggap sebagai tempat terbaik untuk memulai kembali semuanya dari nol.

Sayangnya, perjalanan itu jauh dari kata mulus. Kebugaran fisik menjadi musuh utama yang tak kasat mata bagi Pogba. Sepanjang musim, ia hanya mampu mencatatkan enam penampilan di kompetisi kasta tertinggi Prancis. Statistik yang sangat minim untuk pemain dengan profil sebesar dirinya. Bahkan, dalam enam pertandingan terakhir yang dijalani Monaco, Pogba hanya sanggup turun ke lapangan di tiga laga saja. Meski dalam beberapa menit penampilannya ia sempat menunjukkan kilasan kualitas kelas dunia, hal itu tak cukup untuk menutupi fakta bahwa ia sering absen.

Baca Juga

Drama di Markas Santos: Neymar Terlibat Insiden Fisik dengan Robinho Jr., Investigasi Resmi Dimulai

Drama di Markas Santos: Neymar Terlibat Insiden Fisik dengan Robinho Jr., Investigasi Resmi Dimulai

Badai Krisis Pemain di Kubu AS Monaco

Kehilangan Pogba di pekan krusial hanyalah puncak gunung es dari masalah yang dihadapi pelatih Sebastien Pocognoli. Menjelang keberangkatan ke Strasbourg, Monaco dipastikan tampil pincang karena badai cedera yang menghantam skuat utama. Hal ini tentu menjadi tantangan berat bagi manajemen tim dalam menyusun strategi yang solid demi mengamankan posisi di klasemen akhir.

Selain Pogba, sejumlah nama pilar juga dipastikan masuk ruang perawatan. Eric Dier, Caio Henrique, dan Vanderson adalah deretan pemain bertahan yang harus menepi. Belum lagi di sektor kreativitas, tim kehilangan Aleksandr Golovin dan Stanis Idumbo. Krisis ini membuat kedalaman skuat Monaco benar-benar diuji, memaksa Pocognoli untuk memutar otak dan mungkin memberikan kesempatan bagi para pemain muda dari akademi untuk tampil di panggung besar.

Baca Juga

Efek Michael Carrick: Antara Harapan Gelar Juara dan Keraguan Kapasitas Kedalaman Skuad Manchester United

Efek Michael Carrick: Antara Harapan Gelar Juara dan Keraguan Kapasitas Kedalaman Skuad Manchester United

Daftar Pemain AS Monaco yang Absen:

  • Paul Pogba (Cedera Paha)
  • Eric Dier (Masalah Otot)
  • Caio Henrique (Pemulihan Lutut)
  • Vanderson (Cedera Pergelangan Kaki)
  • Aleksandr Golovin (Masalah Hamstring)
  • Stanis Idumbo (Kelelahan Otot)

Masa Depan Paul Pogba: Titik Terang atau Ujung Jalan?

Situasi yang dialami Pogba saat ini memicu perdebatan hangat di kalangan pengamat sepak bola Eropa. Apakah karier sang pemenang World Cup 2018 ini memang benar-benar sudah habis, ataukah ini hanya rintangan sementara sebelum ia kembali bersinar? Sejarah mencatat bahwa Pogba adalah salah satu gelandang paling berbakat di generasinya, namun bakat saja tidak cukup jika tidak ditopang oleh kebugaran yang mumpuni.

Setelah periode pasang surut di Manchester United dan kembalinya yang mengecewakan ke Juventus, Monaco diharapkan menjadi pelabuhan terakhir yang tenang bagi Pogba. Namun, realitas di lapangan berkata lain. Cedera yang terus berulang menimbulkan keraguan besar apakah fisik sang pemain masih mampu bersaing di level elit sepak bola modern yang menuntut fisik prima dan kecepatan tinggi.

Visi Pocognoli dan Tantangan Musim Depan

Sebastien Pocognoli kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia memiliki pemain dengan pengalaman internasional luar biasa seperti Pogba yang bisa menjadi mentor bagi pemain muda. Namun di sisi lain, mengandalkan pemain yang rentan cedera adalah sebuah risiko taktik yang sangat besar. Monaco harus memutuskan apakah mereka akan tetap memberikan kepercayaan pada Pogba di musim depan atau mencari alternatif lain untuk mengisi lubang di lini tengah.

Pertandingan melawan Strasbourg mungkin hanyalah satu laga, namun bagi manajemen Monaco, ini adalah momen untuk mengevaluasi keseluruhan perjalanan musim ini. Bagaimana tim bisa tetap kompetitif di sepak bola Prancis tanpa bergantung pada figur individu yang sering absen menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum jendela transfer musim panas dibuka kembali.

Penutup: Menanti Kembalinya Sang Bintang

Meskipun musim ini ditutup dengan awan mendung, para pecinta sepak bola tentu masih menyimpan harapan kecil untuk melihat Paul Pogba menari lagi di lapangan hijau. Pogba bukan sekadar pemain; ia adalah sosok yang mampu mengubah jalannya pertandingan dengan satu sentuhan ajaib. Namun, untuk saat ini, sang bintang harus menerima kenyataan pahit bahwa ia hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya berjuang dari tribun penonton.

Kini, fokus utama Pogba adalah menjalani rehabilitasi total agar bisa kembali fit untuk masa pramusim mendatang. Dunia akan terus mengamati, apakah musim 2026/2027 nanti akan menjadi babak kebangkitan yang heroik bagi Pogba, atau justru menjadi pengantar menuju masa pensiun yang lebih awal. Satu yang pasti, talenta sehebat Pogba layak mendapatkan akhir yang lebih indah daripada sekadar daftar absen di laporan medis tim.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *