Misteri Likuidasi Bitcoin Kerajaan Bhutan: Antara Transparansi Blockchain dan Bantahan Pejabat Negara

Andi Saputra | InfoNanti
17 Mei 2026, 18:53 WIB
Misteri Likuidasi Bitcoin Kerajaan Bhutan: Antara Transparansi Blockchain dan Bantahan Pejabat Negara

InfoNanti — Kerajaan Bhutan, sebuah negara yang lebih dikenal dengan pegunungan Himalaya yang tenang dan indeks Kebahagiaan Nasional Bruto, kini tengah menjadi pusat perhatian di panggung ekonomi digital global. Bukan karena sektor pariwisatanya, melainkan karena pergerakan masif di dompet kripto milik negara tersebut. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Bhutan diduga telah melepas cadangan Bitcoin miliknya dalam skala besar, mencapai nilai yang sangat fantastis yakni sekitar Rp 17,59 triliun atau setara dengan USD 1 miliar.

Laporan yang dihimpun oleh tim jurnalis InfoNanti menunjukkan adanya anomali data pada dompet digital yang dikaitkan dengan Druk Holding and Investments (DHI), unit investasi strategis milik Kerajaan Bhutan. Berdasarkan pemantauan intensif dari firma analisis data on-chain, Arkham Intelligence, kepemilikan aset digital negara tersebut dilaporkan menyusut drastis. Hingga pertengahan Mei 2026, saldo di dompet yang ditandai sebagai milik pemerintah Bhutan tersebut tersisa hanya sekitar 3.100 BTC.

Baca Juga

Gebrakan Baru Washington: Sinyal ‘Pengumuman Besar’ Cadangan Bitcoin Strategis Trump Segera Terungkap

Gebrakan Baru Washington: Sinyal ‘Pengumuman Besar’ Cadangan Bitcoin Strategis Trump Segera Terungkap

Aksi Jual Tersembunyi di Balik Tabir Digital

Penurunan jumlah aset ini bukan terjadi dalam semalam. Data menunjukkan bahwa sejak Juli 2025, Bhutan secara konsisten memindahkan aset digital mereka ke berbagai bursa kripto (exchanges) dan perusahaan perdagangan luar bursa (OTC). Jika menarik garis waktu ke belakang, pada Oktober 2024, Kerajaan Bhutan tercatat masih menggenggam sekitar 13.000 BTC. Namun, angka tersebut terus tergerus seiring dengan meningkatnya aktivitas keluar (outflow) dari dompet mereka sepanjang tahun 2026.

Bagi para pengamat pasar aset kripto, pergerakan dana dari dompet pribadi ke bursa biasanya merupakan indikasi kuat adanya aksi jual. Hal ini dikarenakan bursa berfungsi sebagai tempat likuidasi aset menjadi mata uang fiat atau aset lainnya. Sepanjang tahun ini saja, Arkham mencatat setidaknya USD 207 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun telah dipindahkan dari dompet DHI menuju platform perdagangan global.

Baca Juga

Membalikkan Rasa Takut Menjadi Cuan: 5 Altcoin yang Berpotensi Jadi Kuda Hitam di Tengah Gejolak Pasar

Membalikkan Rasa Takut Menjadi Cuan: 5 Altcoin yang Berpotensi Jadi Kuda Hitam di Tengah Gejolak Pasar

Bantahan Resmi dari Pihak Kerajaan

Di tengah hiruk-pikuk data blockchain yang transparan, otoritas Bhutan justru memberikan pernyataan yang kontradiktif. CEO Druk Holding and Investments, Ujjwal Deep Dahal, secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak merasa melakukan penjualan aset dalam waktu dekat. Dalam sebuah korespondensi resmi, Dahal mengungkapkan keraguannya mengenai kapan terakhir kali negara tersebut melepas cadangan Bitcoin mereka ke pasar.

“Saya tidak ingat kapan terakhir kali kami menjual BTC,” ujar Dahal singkat. Pernyataan ini tentu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan investor dan analis. Apakah ada ketidaksesuaian antara pelabelan dompet oleh analis data ataukah ada strategi internal negara yang tidak dipublikasikan secara terbuka? Unit investasi DHI memilih untuk tidak mendalami spesifikasi pergerakan dompet yang dilacak oleh Arkham, namun mereka juga tidak menyangkal bahwa dompet-dompet tersebut adalah milik mereka.

Baca Juga

Morgan Stanley Perkuat Fondasi Ekonomi Digital Melalui Portofolio Cadangan Stablecoin: Revolusi Infrastruktur Kripto Global

Morgan Stanley Perkuat Fondasi Ekonomi Digital Melalui Portofolio Cadangan Stablecoin: Revolusi Infrastruktur Kripto Global

Rekam Jejak Bhutan Sebagai Raksasa Penambangan Kripto

Perlu dipahami bahwa keterlibatan Bhutan dalam dunia blockchain bukanlah hal yang baru. Sejak awal 2019, negara ini telah secara aktif memanfaatkan sumber daya hidroelektriknya yang melimpah untuk menambang Bitcoin. Dengan biaya listrik yang rendah, Bhutan mampu menjalankan setidaknya empat situs penambangan besar yang tersebar di seluruh wilayah kerajaan.

Strategi penambangan ini awalnya dipandang sebagai cara inovatif bagi negara kecil untuk mendiversifikasi pendapatan nasional mereka. Namun, dengan adanya dugaan penjualan masif ini, muncul spekulasi mengenai kondisi fiskal negara atau kemungkinan realokasi dana untuk proyek pembangunan nasional lainnya. InfoNanti mencatat bahwa transparansi dalam pengelolaan dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) berbasis kripto masih menjadi tantangan besar di tingkat global.

Baca Juga

Sinyal ‘Golden Cross’ Mingguan XRP Terdeteksi: Apakah Ini Awal Dari Bull Run Masif di Tahun 2026?

Sinyal ‘Golden Cross’ Mingguan XRP Terdeteksi: Apakah Ini Awal Dari Bull Run Masif di Tahun 2026?

Implikasi Terhadap Proyek Gelephu Mindfulness City

Salah satu poin krusial yang kini menjadi sorotan adalah nasib proyek ambisius “Gelephu Mindfulness City”. Pada Desember tahun lalu, pemerintah Bhutan sempat mengumumkan janji pengembangan yang berkomitmen mengalokasikan hingga 10.000 BTC untuk mendukung pembangunan zona ekonomi baru di wilayah selatan tersebut. Proyek ini digadang-gadang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memadukan modernitas dengan nilai-nilai spiritual khas Bhutan.

Namun, dengan saldo saat ini yang dilaporkan hanya tersisa sekitar 3.100 BTC, muncul keraguan apakah Kerajaan Bhutan masih mampu memenuhi komitmen 10.000 BTC tersebut. Dengan harga Bitcoin yang sempat mendekati angka USD 79.000, selisih cadangan yang ada saat ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan pendanaan proyek raksasa tersebut.

Bagaimana Analis Melacak Pergerakan Ini?

Arkham Intelligence menjelaskan bahwa proses identifikasi dompet milik DHI dilakukan melalui analisis mendalam menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin (machine learning). Data publik dari berbagai sumber disintesis untuk memetakan alamat-alamat dompet yang memiliki pola transaksi yang berkaitan dengan entitas pemerintah. Meskipun pihak bursa bersifat tertutup (off-chain), aktivitas penyetoran aset (deposit) ke alamat bursa sering kali dianggap sebagai sinyal penjualan yang tak terbantahkan oleh para analis investasi digital.

  • Oktober 2024: Bhutan memiliki simpanan sekitar 13.000 BTC.
  • Juli 2025: Mulai terdeteksi aliran keluar yang signifikan ke platform perdagangan.
  • Awal 2026: Intensitas transfer aset meningkat tajam ke bursa sentral.
  • Mei 2026: Cadangan tersisa diperkirakan hanya 3.100 BTC.

Masa Depan Strategi Kripto Bhutan

Jika laju penjualan ini terus berlanjut dengan kecepatan yang sama, beberapa analis memprediksi bahwa Bhutan mungkin akan menghabiskan seluruh cadangan Bitcoin mereka pada akhir tahun 2026. Langkah ini bisa jadi merupakan bagian dari strategi “take profit” di tengah lonjakan harga pasar, atau mungkin sebuah langkah darurat untuk membiayai infrastruktur dalam negeri yang mendesak.

Dunia kini menunggu langkah selanjutnya dari Kerajaan Bhutan. Apakah mereka akan memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai sisa cadangan mereka, ataukah tetap pada posisi menutup diri terhadap detail operasional dompet digital mereka? Yang pasti, fenomena ini menunjukkan bahwa aset kripto kini telah menjadi instrumen geopolitik dan ekonomi yang sangat nyata, bahkan bagi negara yang paling tertutup sekalipun.

Bagi para pelaku pasar, peristiwa ini menjadi pengingat penting akan besarnya pengaruh pemegang aset skala besar atau “whale” terhadap stabilitas harga. Setiap keputusan investasi di dunia kripto memiliki risiko yang tinggi. Oleh karena itu, InfoNanti senantiasa menghimbau para pembaca untuk melakukan riset mendalam dan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan jual atau beli di pasar mata uang digital. Segala bentuk kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab masing-masing individu.

Andi Saputra

Andi Saputra

Analis crypto dan blockchain enthusiast sejak 2017.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *