Bank of England Sahkan Era Baru: Stablecoin Kini Diakui Sebagai Bentuk Uang Resmi untuk Masa Depan Digital Inggris
InfoNanti — Di tengah hiruk-pikuk transformasi digital global yang semakin tak terbendung, Inggris kembali menegaskan posisinya sebagai pionir dalam industri keuangan dunia. Bank of England (BoE), atau bank sentral Inggris, baru saja mengambil langkah monumental dengan secara resmi mengategorikan stablecoin sebagai bentuk uang baru. Langkah ini bukan sekadar adaptasi teknologi, melainkan sebuah revolusi dalam cara otoritas moneter memandang aset digital dalam ekosistem pembayaran nasional.
Dalam sebuah pengumuman yang menggetarkan sektor ekonomi digital, Sasha Mills, Direktur Eksekutif Infrastruktur Pasar Keuangan di Bank of England, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang bersiap untuk membuka gerbang bagi para penerbit stablecoin. Mulai akhir tahun ini, bank sentral akan mulai menerima aplikasi dari perusahaan-perusahaan yang berambisi meluncurkan stablecoin untuk digunakan secara luas dalam transaksi pembayaran di Inggris.
SEC Beri Lampu Hijau Opsi Indeks Bitcoin Nasdaq: Babak Baru Dominasi Institusi di Pasar Kripto
Revolusi Moneter di Jantung Britania
Berbicara dalam diskusi panel yang prestisius di Financial Times Digital Asset Summit, Mills memberikan gambaran yang jelas mengenai masa depan kebijakan moneter Inggris. Menurutnya, BoE tidak lagi melihat stablecoin sebagai entitas asing atau sekadar eksperimen teknologi. Sebaliknya, stablecoin diposisikan setara dengan instrumen keuangan tradisional yang telah kita kenal selama berabad-abad.
“Kami memperlakukan stablecoin sebagai bentuk uang baru, karena memang itulah kenyataannya,” tegas Mills. Pernyataan ini memberikan legitimasi yang sangat kuat bagi industri aset kripto yang selama ini sering kali beroperasi di area abu-abu regulasi. Namun, pengakuan ini datang dengan syarat yang berat: mata uang baru ini harus memiliki ketangguhan dan keamanan yang setara dengan bentuk uang lainnya, seperti deposito bank atau uang tunai fisik.
Update Harga Kripto 3 Mei 2026: Bitcoin Kokoh di Level Fantastis, Dogecoin Pimpin Reli Mingguan
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Inggris sedang berusaha membangun fondasi yang kokoh agar inovasi tidak mengorbankan stabilitas. Dengan menetapkan standar yang tinggi, BoE ingin memastikan bahwa setiap warga Inggris yang menggunakan stablecoin untuk belanja harian atau transaksi bisnis merasa seaman saat mereka menggunakan uang di rekening bank konvensional mereka.
Strategi Netralitas: Tidak Ada Pilih Kasih dalam Inovasi
Satu poin menarik yang ditekankan oleh Mills adalah sikap netral Bank of England dalam perdebatan antara berbagai teknologi uang digital. Menjelang pemberlakuan rezim regulasi yang baru, BoE menegaskan bahwa mereka tidak akan “memilih pemenang”. Apakah nantinya pasar akan lebih menyukai deposito yang ditokenisasi (tokenized deposits) atau stablecoin, bank sentral menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar dan preferensi pengguna.
Sinyal Ledakan Altcoin: Analis Prediksi Lonjakan 300 Persen Usai Bitcoin Mencetak Rekor Baru
“Kami belum mengetahui kasus penggunaan mana yang lebih cocok untuk jenis uang baru yang mana,” jelas Mills. Beliau menambahkan bahwa visi BoE adalah menciptakan lingkungan di mana pengguna akhir dapat memiliki fleksibilitas dan kemampuan interoperabilitas. Artinya, masyarakat harus bisa dengan mudah berpindah atau memilih antara deposito token, stablecoin, dan uang elektronik (e-money) sesuai dengan kebutuhan mereka.
Filosofi ini mencerminkan kearifan regulator dalam menghadapi teknologi blockchain yang berkembang sangat cepat. Daripada membatasi inovasi pada satu format tertentu, Inggris lebih memilih untuk menyediakan infrastruktur hukum yang memungkinkan berbagai model bisnis tumbuh secara sehat dan kompetitif.
Klasifikasi Stablecoin: Sistemik vs Non-Sistemik
Untuk menjaga kestabilan finansial negara, Bank of England memperkenalkan pembagian wewenang regulasi yang sangat spesifik. Fokus utama BoE adalah pada apa yang mereka sebut sebagai “stablecoin sistemik”. Kategori ini mencakup aset digital yang digunakan secara masif dalam sistem pembayaran ritel maupun korporat, sehingga kegagalannya dapat menimbulkan risiko domino terhadap stabilitas ekonomi Inggris secara keseluruhan.
Sinergi Raksasa: Nvidia dan IREN Bangun Infrastruktur AI Masif 5 Gigawatt untuk Masa Depan Komputasi
Di sisi lain, untuk stablecoin yang jangkauan penggunaannya masih terbatas atau belum mencapai skala sistemik, pengawasannya akan diserahkan kepada Otoritas Perilaku Keuangan atau Financial Conduct Authority (FCA). Pembagian tugas ini bertujuan agar regulasi tetap proporsional; perusahaan rintisan tidak terbebani oleh aturan yang terlalu kaku, sementara pemain besar tetap berada di bawah pengawasan ketat bank sentral.
Hal ini menciptakan jalur pertumbuhan yang jelas bagi para pemain di industri fintech. Mereka dapat memulai di bawah naungan FCA, dan seiring dengan pertumbuhan basis pengguna mereka, mereka akan bertransisi menuju standar pengawasan BoE yang lebih komprehensif.
Masa Depan Pound Sterling Digital dan Peran Strategis FCA
Meskipun saat ini pasar stablecoin global didominasi oleh aset yang dipatok ke Dolar AS (USD), Inggris melihat peluang besar untuk stablecoin berdenominasi Poundsterling (GBP). Matthew Long, Direktur Pembayaran dan Aset Digital di FCA, menyatakan optimisme bahwa ada ruang yang luas bagi koin digital berbasis GBP untuk berkembang.
“Kami telah menciptakan rezim di mana kami dapat memiliki stablecoin yang tepercaya dan dapat ditukarkan (redeemable), yang dengan bangga kami dukung,” ujar Long. Saat ini, FCA telah memberikan lampu hijau kepada empat perusahaan untuk beroperasi dalam lingkungan ‘sandbox’ regulasi mereka. Ini adalah ruang eksperimental di mana inovasi dapat diuji coba di bawah pengawasan langsung regulator sebelum dilepas ke publik secara luas.
Long menekankan bahwa peran regulator bukan untuk menciptakan produk, melainkan untuk mendukung pertumbuhan industri melalui standar yang jelas. Tugas industri lah yang harus menghadirkan solusi kreatif bagi konsumen, sementara tugas regulator adalah memastikan janji-janji tersebut ditepati dan risiko diminimalisir.
Lanskap Global: Inggris Mengejar Ketertinggalan dari Amerika
Perbandingan dengan Amerika Serikat tidak dapat dihindari. Sasha Mills mencatat bahwa meski 99% stablecoin saat ini berbasis dolar, banyak di antaranya yang diterbitkan sebelum adanya regulasi yang jelas seperti Undang-Undang GENIUS di AS. Dengan paket regulasi lengkap yang akan dibuka akhir tahun ini, Inggris merasa berada dalam posisi yang setara, bahkan mungkin selangkah lebih maju dalam hal kejelasan hukum.
Rezim Inggris dianggap lebih kuat justru karena mereka memperlakukan aset ini dengan rasa hormat yang sama seperti uang resmi. Kejelasan ini sangat dinantikan oleh institusi keuangan besar yang selama ini ragu untuk terjun ke dunia Web3 karena ketidakpastian regulasi. Dengan aturan yang jelas, Inggris berpotensi menarik arus modal dan talenta digital global ke London.
Meskipun demikian, tantangan tetap ada. Di pasar prediksi seperti Myriad, spekulasi mengenai kesiapan perusahaan besar seperti Revolut untuk meluncurkan stablecoin sendiri masih diwarnai keraguan. Hal ini menunjukkan bahwa meski karpet merah regulasi sudah dibentangkan, implementasi teknis dan kepercayaan pasar tetap menjadi variabel kunci yang menentukan keberhasilan.
Menuju Ekosistem Pembayaran yang Lebih Inklusif
Pada akhirnya, inisiatif Bank of England ini adalah tentang memberikan pilihan lebih bagi masyarakat. Di masa depan, cara kita membayar kopi di pagi hari atau menyelesaikan transaksi bisnis internasional mungkin akan melibatkan lapisan teknologi yang jauh lebih efisien daripada sistem perbankan koresponden tradisional yang lambat dan mahal.
Penerapan stablecoin sebagai uang baru adalah pengakuan bahwa dunia sedang berubah. Uang bukan lagi sekadar kertas di dompet atau angka di layar ATM, melainkan data digital yang dapat diprogram, diamankan dengan kriptografi, dan dipindahkan dalam hitungan detik melintasi batas negara.
Dengan keterbukaan ini, Inggris tidak hanya sedang memperbarui sistem pembayarannya, tetapi juga sedang merajut masa depan di mana inovasi finansial berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen. Bagi para investor dan pelaku industri, akhir tahun ini akan menjadi titik awal dari perjalanan panjang menuju era baru keuangan terdesentralisasi yang lebih teratur dan tepercaya.
Disclaimer: Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing individu. Pastikan untuk melakukan riset mendalam dan konsultasi profesional sebelum terlibat dalam pasar aset digital yang volatil. InfoNanti tidak bertanggung jawab atas segala risiko kerugian dari aktivitas investasi Anda.