Aksi Nekat Penumpang Tahan Pintu Whoosh Berujung Kecaman, KCIC: Bisa Rusak Sistem Keamanan!

Rizky Pratama | InfoNanti
10 Apr 2026, 21:22 WIB
Aksi Nekat Penumpang Tahan Pintu Whoosh Berujung Kecaman, KCIC: Bisa Rusak Sistem Keamanan!

InfoNanti — Insiden kurang terpuji kembali mencoreng kedisiplinan dalam bertransportasi publik di tanah air. Pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) baru-baru ini melayangkan teguran keras serta mengecam tindakan seorang penumpang yang secara sengaja menahan pintu otomatis Kereta Cepat Whoosh agar tidak menutup saat akan diberangkatkan.

Aksi nekat tersebut terekam dalam sebuah video yang mendadak viral di jagat maya, memperlihatkan betapa tindakan individu bisa berdampak luas. Kejadian ini diketahui berlangsung pada rute Padalarang-Halim pada tanggal 7 April 2026 silam. Tindakan yang mungkin dianggap sepele oleh pelaku tersebut nyatanya membawa dampak sistemik yang merugikan banyak pihak, terutama dari sisi ketepatan waktu dan integritas sarana.

Baca Juga

Strategi Baru DJP: Memperketat Aturan Restitusi Pajak demi Cegah Moral Hazard dan Perkuat Tata Kelola Fiskal

Strategi Baru DJP: Memperketat Aturan Restitusi Pajak demi Cegah Moral Hazard dan Perkuat Tata Kelola Fiskal

Dampak Gangguan Sensor dan Keterlambatan Jadwal

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan bahwa perilaku menahan pintu kereta adalah bentuk pelanggaran serius terhadap aturan keselamatan penerbangan darat ini. Menurut penjelasannya, aksi tersebut memicu gangguan pada sensor sistem buka-tutup otomatis yang sangat sensitif pada unit kereta cepat.

“Kami mengecam keras tindakan penumpang tersebut. Selain melanggar regulasi yang ada, hal ini sangat berpotensi merusak komponen teknis kereta dan merugikan ratusan penumpang lainnya karena jadwal keberangkatan yang menjadi terganggu,” ungkap Eva dalam pernyataan resminya kepada media.

Kronologi kejadian bermula saat seorang penumpang menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di area peron. Alih-alih melapor kepada petugas, ia memilih menahan pintu yang sedang berproses untuk menutup. Akibatnya, jadwal pemberangkatan yang seharusnya dilakukan tepat pada pukul 07.23 WIB terpaksa molor hingga pukul 07.25 WIB. Meski hanya dua menit, dalam standar operasional transportasi modern, waktu tersebut sangatlah berharga untuk menjaga sinkronisasi perjalanan di jalur yang padat.

Baca Juga

Mengurai Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen: Antara Prestasi dan Tantangan Struktural

Mengurai Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen: Antara Prestasi dan Tantangan Struktural

Keamanan Adalah Prioritas Utama

Eva menambahkan bahwa mekanisme pintu otomatis pada Whoosh bukan sekadar fitur kenyamanan, melainkan bagian integral dari sistem keamanan perjalanan yang sangat ketat. Jika pintu dipaksa tetap terbuka saat sistem memerintahkannya menutup, maka ada risiko kerusakan jangka panjang pada motor penggerak dan sistem elektronik pintu tersebut.

Pihak pengelola memastikan bahwa standar keamanan penumpang selalu menjadi prioritas tertinggi. Oleh karena itu, petugas di peron maupun di dalam gerbong selalu bersiaga untuk memastikan area bersih dan aman sebelum pintu ditutup secara otomatis oleh sistem pusat.

“Seluruh penumpang diwajibkan untuk selalu mematuhi instruksi petugas di lapangan. Kami juga mengingatkan agar setiap individu senantiasa memeriksa kembali barang bawaan mereka sebelum melangkah masuk ke dalam rangkaian kereta, karena itu adalah tanggung jawab pribadi,” lanjutnya menegaskan.

Baca Juga

Andri Pratiwa Resmi Pimpin Shell Indonesia, Fokus Perkuat Ekspansi Bisnis Pelumas

Andri Pratiwa Resmi Pimpin Shell Indonesia, Fokus Perkuat Ekspansi Bisnis Pelumas

Manfaatkan Sistem Lost and Found

InfoNanti mencatat bahwa KCIC sebenarnya telah menyediakan solusi bagi penumpang yang mengalami kendala teknis atau tertinggal barang. Jika ada barang yang tertinggal di area stasiun atau peron saat kereta akan berangkat, penumpang sangat disarankan untuk tidak panik dan tidak bertindak sendiri yang membahayakan perjalanan.

Penumpang dapat segera berkoordinasi dengan petugas di atas kereta untuk memanfaatkan sistem Lost and Found resmi milik KCIC. Dengan sistem ini, barang yang tertinggal akan didata dan diamankan oleh petugas di stasiun keberangkatan untuk kemudian diambil kembali oleh pemiliknya dengan prosedur yang jelas.

“Jangan melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, atau bahkan merusak sarana kebanggaan kita bersama. Gunakan kanal komunikasi yang tersedia untuk melaporkan setiap kendala,” tutup Eva.

Baca Juga

Diplomasi Telepon di Balik Penundaan Royalti Tambang: Purbaya dan Bahlil Siapkan Kejutan Rp 200 Triliun

Diplomasi Telepon di Balik Penundaan Royalti Tambang: Purbaya dan Bahlil Siapkan Kejutan Rp 200 Triliun

Sebagai tindak lanjut, penumpang yang bersangkutan dilaporkan telah diberikan teguran edukatif agar tidak mengulangi perbuatannya di masa depan. Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan fasilitas transportasi publik kelas dunia seperti Whoosh.

Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *