Redam Gejolak Pasar: Kesepakatan Importir dan Kementan Jaga Harga Kedelai Tetap Stabil

Rizky Pratama | InfoNanti
10 Apr 2026, 18:24 WIB
Redam Gejolak Pasar: Kesepakatan Importir dan Kementan Jaga Harga Kedelai Tetap Stabil

InfoNanti — Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang kerap memicu fluktuasi harga komoditas, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah proaktif untuk melindungi ekosistem pangan lokal. Kabar terbaru mengonfirmasi adanya titik temu antara para importir dan perajin tahu tempe untuk menjaga stabilitas harga kedelai di angka yang kompetitif.

Melalui fasilitasi Kementan, para importir sepakat untuk menetapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai sebesar Rp 11.500 per kilogram di tingkat importir. Langkah strategis ini diambil sebagai perisai untuk memastikan harga di tingkat pengrajin tidak melampaui ambang batas Rp 12.000 per kg, setidaknya hingga evaluasi kebijakan berikutnya dilakukan.

Menepis Isu Liar di Masyarakat

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro, memberikan klarifikasi tegas mengenai isu yang sempat memicu kekhawatiran publik. Menurutnya, rumor yang menyebutkan harga kedelai melonjak hingga Rp 20.000 per kg adalah informasi yang tidak berdasar. Berdasarkan verifikasi langsung di lapangan, komitmen seluruh pemangku kepentingan masih terjaga dengan baik.

Baca Juga

Waspada Jebakan Produktivitas: Bank Dunia Bedah Tantangan Struktural Ekonomi Indonesia Menuju 2026

Waspada Jebakan Produktivitas: Bank Dunia Bedah Tantangan Struktural Ekonomi Indonesia Menuju 2026

“Kami telah melakukan kroscek langsung kepada pelaku usaha. Informasi mengenai harga Rp 20.000 itu sama sekali tidak benar. Faktanya, harga masih berada di bawah acuan pemerintah, bahkan di level importir masih bertengger di kisaran Rp 11.500 per kg,” ungkap Yudi dalam sebuah rapat koordinasi di Jakarta.

Ia juga menambahkan bahwa meski dinamika geopolitik dunia memberikan tekanan pada biaya logistik dan transportasi, pasokan kedelai nasional dalam kondisi yang sangat mencukupi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak valid.

Potret Harga di Berbagai Wilayah

Data terbaru dari Gakoptindo yang diolah oleh Badan Pangan Nasional menunjukkan tren harga yang cukup menggembirakan di berbagai daerah. Berikut adalah gambaran harga kedelai di lapangan:

Baca Juga

Kabar Gembira Bagi Driver! Potongan Tarif Ojol 8 Persen Resmi Berlaku Juni 2026, Wamenaker Siap Panggil Aplikator

Kabar Gembira Bagi Driver! Potongan Tarif Ojol 8 Persen Resmi Berlaku Juni 2026, Wamenaker Siap Panggil Aplikator
  • DKI Jakarta: Rp 10.500 – Rp 11.000 per kg
  • Pulau Jawa: Rp 10.555 per kg
  • Bali & NTB: Rp 10.550 per kg
  • Sumatra: Rp 11.450 per kg
  • Sulawesi: Rp 11.113 per kg
  • Kalimantan: Rp 10.908 per kg

Angka-angka ini membuktikan bahwa mekanisme pasar masih bekerja sesuai dengan koridor HAP yang ditetapkan pemerintah, memberikan ruang gerak yang cukup bagi para perajin untuk terus berproduksi tanpa terbebani biaya bahan baku yang mencekik.

Sinergi Pelaku Usaha dan Pemerintah

Direktur PT FKS Multi Agro Tbk, Tjung Hen Sen, menilai kondisi saat ini masih dalam batas kewajaran meskipun tantangan eksternal terus membayangi. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, menjamin bahwa harga produk tahu dan tempe di tingkat konsumen akan tetap stabil.

Baca Juga

Profil dan Kekayaan Dadan Hindayana: Menilik Jejak Eks Kepala BGN yang Resmi Dicopot Presiden Prabowo

Profil dan Kekayaan Dadan Hindayana: Menilik Jejak Eks Kepala BGN yang Resmi Dicopot Presiden Prabowo

“Kami menjamin tidak ada kenaikan harga tahu dan tempe. Jika pun ada dinamika, mungkin hanya pada penyesuaian volume, namun kualitas dan rasa tetap menjadi prioritas utama. Saat ini, kami mendapatkan bahan baku di harga Rp 10.200 dari importir, yang artinya masih jauh di bawah batas atas HAP,” jelas Wibowo.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan pesan kuat kepada para importir. Ia meminta agar para pengusaha tidak sekadar mengejar keuntungan besar di tengah situasi sulit. “Kenaikan dalam batas wajar bisa dimaklumi, namun jangan sampai menekan saudara-saudara kita para perajin yang sangat membutuhkan bahan baku ini,” tegasnya.

Visi Mandiri Kedelai

Sebagai langkah jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada impor kedelai, Kementan terus memacu program peningkatan produksi dalam negeri. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan pengembangan lahan kedelai seluas 37.500 hektare. Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kedaulatan pangan nasional di masa depan, sehingga stabilitas harga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada dinamika global.

Baca Juga

Misi Ambisius OJK: Memacu Aset Asuransi dan Dana Pensiun Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Misi Ambisius OJK: Memacu Aset Asuransi dan Dana Pensiun Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *