Komitmen Nyata TelkomGroup dalam Mengawal PP TUNAS: Menciptakan Langit Digital yang Teduh bagi Generasi Masa Depan

Dewi Lestari | InfoNanti
28 Apr 2026, 16:52 WIB
Komitmen Nyata TelkomGroup dalam Mengawal PP TUNAS: Menciptakan Langit Digital yang Teduh bagi Generasi Masa Depan

InfoNanti — Di tengah laju transformasi teknologi yang kian tak terbendung, isu mengenai keamanan ruang siber bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak, menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi. Menanggapi urgensi tersebut, TelkomGroup secara resmi mempertegas dukungannya terhadap kebijakan strategis pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, atau yang lebih dikenal dengan sebutan PP TUNAS. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya kolektif menjaga ekosistem digital Indonesia tetap sehat dan produktif.

Dukungan penuh ini disampaikan dalam suasana khidmat Sidang Terbuka Senat Wisuda Telkom University Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Telkom University Convention Hall, Bandung, pada Sabtu (25/4/2026). Kehadiran jajaran petinggi TelkomGroup dan pejabat negara dalam acara tersebut bukan sekadar seremoni akademik, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa dunia industri dan pendidikan harus berjalan beriringan untuk memitigasi risiko negatif di ruang digital yang semakin kompleks.

Baca Juga

SJCAM SJ9 Strike: Revolusi Kamera Aksi 4K dengan Pengisian Nirkabel yang Mengancam Dominasi Flagship

SJCAM SJ9 Strike: Revolusi Kamera Aksi 4K dengan Pengisian Nirkabel yang Mengancam Dominasi Flagship

Menanamkan Fondasi Literasi Digital Sejak Dini

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, yang turut hadir dalam momentum berharga tersebut, menyoroti peran krusial para lulusan muda sebagai garda terdepan dalam literasi teknologi. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai teknologi saja tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan etika dan kebijaksanaan dalam mengelolanya. Tantangan masa depan bukan lagi soal siapa yang paling cepat mengadopsi teknologi, melainkan siapa yang paling mampu menjaga integritas di balik layar gawai.

“Bekal ilmu yang kalian peroleh di kampus ini menempatkan kalian pada posisi strategis. Kalian tidak boleh hanya menjadi pengikut arus digitalisasi, tetapi harus berani mengambil peran sebagai nakhoda yang menggerakkan inovasi demi memperluas manfaat teknologi sekaligus memperkuat daya saing bangsa di kancah global,” ujar Meutya di hadapan ribuan wisudawan. Ia menekankan bahwa literasi digital adalah kunci utama untuk membentengi masyarakat dari paparan konten negatif.

Baca Juga

Evolusi Audio Menengah: Huawei FreeBuds 6i Hadir dengan Teknologi ANC Flagship dan Kualitas Hi-Res

Evolusi Audio Menengah: Huawei FreeBuds 6i Hadir dengan Teknologi ANC Flagship dan Kualitas Hi-Res

Meutya juga mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi gelombang misinformasi yang luar biasa besar. Merujuk pada data World Economic Forum 2025, misinformasi telah dikategorikan sebagai tantangan global yang dapat mengancam stabilitas sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, para lulusan baru diharapkan menjadi ‘pandu digital’ di daerah masing-masing, membantu masyarakat memilah informasi yang benar di tengah banjir hoaks yang sering kali menyesatkan.

Peran Strategis TelkomGroup dalam Ekosistem Pendidikan

Sebagai tulang punggung digital Indonesia, TelkomGroup menyadari bahwa perlindungan anak di dunia siber harus dimulai dari akar rumput, yakni pendidikan. Melalui Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), perusahaan plat merah ini telah merancang ekosistem pendidikan yang terintegrasi secara holistik. Mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga perguruan tinggi, kurikulum yang diterapkan tidak hanya berfokus pada kecerdasan kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran akan keamanan digital.

Baca Juga

Kontroversi DDLC: Mengapa Google Menghapus Game Horor Psikologis Ikonik Ini dari Play Store?

Kontroversi DDLC: Mengapa Google Menghapus Game Horor Psikologis Ikonik Ini dari Play Store?

Pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, fokus utama diberikan pada penanaman nilai-nilai etika berkomunikasi di media sosial dan pengenalan dasar terhadap risiko siber. Hal ini dilakukan agar anak-anak memiliki imunitas mental sejak dini. Sementara itu, di jenjang pendidikan tinggi seperti Telkom University, konsentrasi diarahkan pada penciptaan talenta-talenta unggul yang mampu menciptakan solusi teknologi yang aman dan inklusif bagi semua kalangan.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, memberikan apresiasi tinggi kepada para wisudawan yang kini siap terjun ke dunia profesional. Dian menegaskan bahwa di era sekarang, perusahaan tidak hanya mencari individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga mereka yang memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi. Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi teknologi diukur dari sejauh mana inovasi tersebut mampu memberikan dampak positif dan rasa aman bagi penggunanya.

Baca Juga

TCL A400 Pro: Revolusi Smart TV QD-Mini LED dengan Estetika Seni yang Memukau

TCL A400 Pro: Revolusi Smart TV QD-Mini LED dengan Estetika Seni yang Memukau

Inovasi Safe-AI: Masa Depan Teknologi yang Human-Centric

Salah satu poin menarik dalam acara tersebut adalah deklarasi pengembangan Safe-AI yang bersifat human-centric oleh Telkom University. Inisiatif ini merupakan langkah nyata institusi pendidikan dalam merespons perkembangan pesat Kecerdasan Artifisial (AI) yang kini mulai merambah ke berbagai lini kehidupan. TelkomGroup berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap pengembangan AI yang lahir dari rahim pendidikan mereka selalu mengutamakan aspek kemanusiaan dan perlindungan hak-hak individu.

Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto, menjelaskan bahwa deklarasi Safe-AI ini adalah bentuk dedikasi kampus untuk melindungi ‘tunas bangsa’ dari potensi penyalahgunaan algoritma yang merugikan. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan di sini tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga aman bagi pertumbuhan mental dan fisik generasi mendatang. Teknologi harus memberdayakan, bukan menjerumuskan,” tegas Prof. Suyanto.

Implementasi kecerdasan artifisial yang aman ini nantinya akan diintegrasikan ke dalam berbagai platform layanan digital yang dikelola oleh TelkomGroup, sehingga standar perlindungan anak yang diamanatkan dalam PP TUNAS dapat terpenuhi secara maksimal. Hal ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekonomi digital dunia yang berbasis pada kepercayaan dan keamanan data.

Mencetak 1.502 Talenta Digital untuk Masa Depan Indonesia

Pada wisuda periode kali ini, Telkom University sukses melantik sebanyak 1.502 wisudawan yang berasal dari berbagai strata pendidikan, mulai dari program doktoral hingga ahli madya. Ribuan lulusan ini diharapkan mampu mengisi kekosongan talenta digital di tanah air dan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi nasional. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat di bidang teknologi dan kewirausahaan, mereka diprediksi akan menjadi agent of change yang mampu menciptakan lapangan kerja baru berbasis digital.

Pihak kampus memastikan bahwa para lulusan telah dibekali dengan kurikulum yang adaptif terhadap dinamika global. Selain hard skills di bidang pemrograman, analisis data, dan jaringan, mereka juga mendapatkan pembekalan soft skills seperti pemecahan masalah kompleks dan kepemimpinan. Hal ini krusial mengingat tantangan di industri digital tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga melibatkan aspek manajerial dan etika profesional.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah melalui regulasi PP TUNAS, industri melalui dukungan infrastruktur TelkomGroup, serta institusi pendidikan yang mencetak sumber daya manusia berkualitas, optimisme menyelimuti masa depan digital Indonesia. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi yang kokoh untuk mewujudkan ekosistem digital yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga menjadi tempat yang aman, nyaman, dan memberdayakan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa.

Melalui langkah-langkah konkret ini, Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk membuktikan bahwa kemajuan teknologi bisa berjalan selaras dengan perlindungan nilai-nilai kemanusiaan. TelkomGroup, melalui komitmennya, terus berupaya memastikan bahwa setiap inci ruang siber di tanah air adalah ruang yang teduh bagi tumbuh kembang anak bangsa.

Dewi Lestari

Dewi Lestari

Fokus pada teknologi dan AI, aktif mengikuti perkembangan inovasi global.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *