Pintu Ibadah Terbuka Kembali: Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci Sambut Jamaah di Yerusalem

Siti Rahma | InfoNanti
09 Apr 2026, 15:26 WIB
Pintu Ibadah Terbuka Kembali: Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci Sambut Jamaah di Yerusalem

InfoNanti Setelah sekian lama dibalut keheningan akibat pembatasan akses yang ketat, hembusan angin segar akhirnya menyapa kawasan Yerusalem Timur. Dua simbol suci lintas agama yang menjadi jantung spiritualitas dunia, Masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci, dijadwalkan akan kembali membuka gerbangnya bagi para peziarah dan jamaah mulai Kamis pagi. Langkah ini mengakhiri masa penutupan panjang selama 40 hari yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Keputusan krusial ini diumumkan secara resmi oleh otoritas Israel pada Rabu petang, menyusul adanya pembaruan pedoman dari Komando Pertahanan Dalam Negeri. Sebagaimana dirangkum dalam laporan eksklusif kami, pembukaan kembali ini menjadi momen emosional yang sangat dinantikan oleh komunitas global, terutama di tengah tensi geopolitik yang sempat memanas di wilayah tersebut.

Baca Juga

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Israel Hantam Lebanon, Ratusan Tewas Saat Perundingan Iran-AS Menghangat

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Israel Hantam Lebanon, Ratusan Tewas Saat Perundingan Iran-AS Menghangat

Penjagaan Ketat di Jantung Kota Tua

Meski akses telah dipulihkan, suasana di kawasan Kota Tua Yerusalem tidak serta-merta melonggar. Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan personel polisi dan penjaga perbatasan tetap dikerahkan untuk bersiaga di setiap sudut strategis dan jalur akses menuju kedua tempat ibadah tersebut. Kehadiran aparat keamanan ini diklaim bertujuan untuk menjamin ketertiban dan mencegah potensi kericuhan selama proses transisi pembukaan kembali.

Pihak Departemen Wakaf Islam mengonfirmasi bahwa Masjid Al-Aqsa akan mulai menyambut jamaah perdana pada pelaksanaan salat subuh. Kendati akses diberikan secara luas kepada seluruh jamaah, mekanisme pengaturan arus pengunjung tetap menjadi perhatian serius guna memastikan situasi di dalam kompleks tetap terkendali.

Baca Juga

Ambisi Besar Jepang Menyingkap Tabir Kosmos: Astronom Negeri Sakura Bersiap Buru Jejak Alien di Rasi Bintang Sagitarius

Ambisi Besar Jepang Menyingkap Tabir Kosmos: Astronom Negeri Sakura Bersiap Buru Jejak Alien di Rasi Bintang Sagitarius

Menoleh ke Belakang: Catatan Sejarah yang Kelam

Penutupan yang dimulai pada 28 Februari 2026 ini menyisakan catatan sejarah yang cukup getir. Otoritas setempat sebelumnya menetapkan kebijakan tersebut sebagai langkah preventif untuk menghindari kerumunan massa di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan poros kekuatan besar. Namun, penutupan kali ini terasa jauh lebih memilukan bagi umat Muslim.

Untuk pertama kalinya sejak pendudukan Yerusalem Timur pada tahun 1967, pelaksanaan salat Idul Fitri di kompleks Al-Aqsa dilarang total tahun ini. Kebijakan tersebut sempat memicu gelombang protes dan sorotan tajam dari dunia internasional yang mengkhawatirkan hilangnya kebebasan beribadah di wilayah sensitif tersebut.

Kini, dengan dibukanya kembali pintu-pintu suci tersebut, harapan akan pulihnya aktivitas religi mulai membuncah. Meski bayang-bayang pengamanan super ketat masih terasa di setiap jengkal tanah suci, kembalinya suara azan dan lonceng gereja di Yerusalem menjadi simbol keteguhan masyarakat dalam menjaga tradisi ibadah mereka di tengah pusaran konflik yang belum usai.

Baca Juga

Tragedi di Jantung Leipzig: Mobil SUV Tabrak Kerumunan Pejalan Kaki, Dua Nyawa Melayang

Tragedi di Jantung Leipzig: Mobil SUV Tabrak Kerumunan Pejalan Kaki, Dua Nyawa Melayang
Siti Rahma

Siti Rahma

Jurnalis berita global dengan ketertarikan pada geopolitik dan ekonomi dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *