Modernisasi Transportasi: Tiga Jalur Kereta Api Utama Segera Beralih dari Diesel ke Listrik

Rizky Pratama | InfoNanti
20 Apr 2026, 22:53 WIB
Modernisasi Transportasi: Tiga Jalur Kereta Api Utama Segera Beralih dari Diesel ke Listrik

InfoNanti — Wajah transportasi publik di kawasan penyangga ibu kota bersiap memasuki babak baru yang lebih modern dan ramah lingkungan. Pemerintah melalui Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) kini tengah mematangkan langkah strategis untuk memensiunkan operasional kereta berbahan bakar diesel di tiga jalur utama yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Jawa Barat serta Banten. Langkah ambisius ini merupakan bagian dari program akselerasi elektrifikasi kereta yang dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Transformasi Jalur Strategis Menuju Era KRL

Tiga koridor yang menjadi fokus utama dalam rencana besar ini meliputi jalur Jakarta–Cikampek, Jakarta–Cigombong, dan Jakarta–Rangkasbitung. Selama bertahun-tahun, mobilitas masyarakat di rute ini masih bergantung pada layanan KA Lokal Commuter Line yang menggunakan lokomotif diesel. Dengan peralihan menjadi Kereta Rel Listrik (KRL), pemerintah berambisi menghadirkan sistem mobilitas yang tidak hanya efisien dari segi waktu, tetapi juga jauh lebih hijau bagi ekosistem lingkungan.

Baca Juga

Kadin Indonesia Ungkap Rahasia Ketahanan Ekonomi: Fokus Konsumsi Domestik untuk Redam Badai Global

Kadin Indonesia Ungkap Rahasia Ketahanan Ekonomi: Fokus Konsumsi Domestik untuk Redam Badai Global

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa transformasi ini adalah momentum yang sudah dinanti selama puluhan tahun. Saat menyambangi Kantor Pusat KAI di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (20/4/2026), ia menegaskan komitmen pemerintah untuk membawa perubahan nyata pada sektor transportasi massal di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Dukungan Penuh untuk Konektivitas Wilayah

Peralihan teknologi ini diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan wilayah. Jalur Jakarta-Cigombong, misalnya, memegang peran krusial sebagai akses utama menuju Sukabumi. Sementara itu, elektrifikasi jalur Jakarta-Cikampek diprediksi akan semakin mempermudah mobilitas pekerja dan warga di kawasan industri Karawang. Di sisi barat, penguatan jalur Jakarta-Rangkasbitung akan menjadi tulang punggung transportasi bagi warga Banten.

Baca Juga

Langkah Berani Sektor Geothermal: API Desak Penyesuaian Tarif Demi Bangun Raksasa Energi Hijau

Langkah Berani Sektor Geothermal: API Desak Penyesuaian Tarif Demi Bangun Raksasa Energi Hijau

“Kami memastikan dukungan dari Danantara dan BP BUMN berdiri 100 persen di belakang transformasi ini. Segala kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen KAI akan kami kawal agar proses elektrifikasi ini berjalan optimal,” tegas Dony dalam keterangan resminya.

Optimalisasi Layanan dan Peremajaan Teknologi

Selain fokus pada penggantian bahan bakar, agenda besar ini juga mencakup optimalisasi kapasitas sarana dan prasarana di wilayah Jabodetabek. Hal ini melibatkan rencana penggantian unit lokomotif yang sudah uzur dengan teknologi terbaru yang lebih efisien serta modernisasi sistem pelayanan penumpang.

Upaya ini juga menyentuh sektor logistik melalui penguatan KAI Logistik serta kolaborasi intensif dengan produsen kereta nasional, INKA. Dony Oskaria mengingatkan bahwa transformasi BUMN ini tidak boleh sekadar bersifat struktural di atas kertas. Hasilnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui layanan yang lebih baik, transparan, dan akuntabel dalam setiap proses bisnis yang dijalankan.

Baca Juga

Update Harga Emas 24 Karat 18 April 2026: Antam Meroket Tajam, Pegadaian Justru Melandai

Update Harga Emas 24 Karat 18 April 2026: Antam Meroket Tajam, Pegadaian Justru Melandai
Rizky Pratama

Rizky Pratama

Penulis bisnis & startup dengan pengalaman di dunia digital marketing dan venture.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *