Ujung Kritik Pedas Raphinha: Tuding Wasit ‘Rampok’ Barcelona, Sanksi UEFA Menanti

Fajar Nugroho | InfoNanti
15 Apr 2026, 22:21 WIB
Ujung Kritik Pedas Raphinha: Tuding Wasit 'Rampok' Barcelona, Sanksi UEFA Menanti

InfoNanti — Atmosfer panas kompetisi kasta tertinggi Eropa, Liga Champions, ternyata menyisakan residu pahit bagi raksasa Catalan, Barcelona. Bukan sekadar kegagalan melaju ke babak berikutnya, tim asuhan Xavi Hernandez ini kini harus menghadapi potensi kerugian tambahan akibat meledaknya emosi salah satu pilar mereka, Raphinha.

Drama di Balik Tersingkirnya Blaugrana

Langkah Barcelona terhenti secara dramatis di tangan Atletico Madrid pada babak perempatfinal dengan agregat tipis 3-2. Meski Lamine Yamal dan kolega sempat memberikan perlawanan sengit dan memenangkan leg kedua dengan skor 2-1 di Wanda Metropolitano, hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan setelah kekalahan 0-2 di pertemuan pertama.

Pertandingan penentuan tersebut memang berjalan penuh tensi. Perjuangan Barcelona kian berat setelah Eric Garcia harus mandi lebih awal karena kartu merah usai melanggar Alexander Sorloth. Kondisi ini membuat keunggulan jumlah pemain menjadi milik tuan rumah, sekaligus memupus harapan Barca untuk melangkah lebih jauh.

Baca Juga

Arsenal di Ambang Sejarah: Mengapa Kemenangan Dramatis Atas West Ham Akan Menjadi Legenda Title Race

Arsenal di Ambang Sejarah: Mengapa Kemenangan Dramatis Atas West Ham Akan Menjadi Legenda Title Race

Komentar ‘Rampok’ yang Berujung Masalah

Raphinha, yang secara kebetulan absen dalam laga krusial tersebut, tidak mampu membendung kekesalannya dari pinggir lapangan. Pemain asal Brasil ini meluapkan kemarahannya kepada kepemimpinan wasit Clement Turpin. Tak tanggung-tanggung, eks penggawa Leeds United tersebut secara terbuka menyebut timnya telah ‘dirampok’ oleh keputusan-keputusan sang pengadil lapangan.

Melansir laporan dari Mundo Deportivo, pernyataan provokatif Raphinha ini langsung masuk ke dalam radar UEFA. Otoritas tertinggi sepak bola Eropa tersebut kabarnya tengah mempertimbangkan hukuman disiplin karena komentar Raphinha dianggap telah merendahkan martabat wasit dan organisasi.

Potensi Sanksi Berat Menanti

Jika terbukti bersalah melanggar kode etik, Raphinha terancam hukuman larangan bertanding hingga tiga pertandingan. Kasus ini serupa dengan apa yang pernah dialami Neymar pada tahun 2019 silam, di mana komentar pedas di media sosial berujung pada skorsing yang merugikan tim.

Baca Juga

Strategi Besar Woodball Indonesia: Menjaga Mahkota Dunia Lewat Estafet Generasi Emas

Strategi Besar Woodball Indonesia: Menjaga Mahkota Dunia Lewat Estafet Generasi Emas

Tak hanya lewat kata-kata, perilaku Raphinha saat merespons cemoohan suporter Atletico Madrid juga menjadi sorotan. Ia sempat tertangkap kamera melakukan gestur yang menyiratkan bahwa Atletico akan segera tersingkir di babak semifinal. Jika sanksi ini benar-benar dijatuhkan, Raphinha kemungkinan besar baru akan menjalani hukumannya pada Liga Champions musim 2026/2027 mendatang, sebuah kerugian jangka panjang yang harus ditanggung oleh skuad Blaugrana.

Fajar Nugroho

Fajar Nugroho

Penulis olahraga dengan fokus pada sepak bola internasional dan liga top dunia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *